Subhanalloh, MENJADI JALAN LEBIH ISTRI BERSAMA I'TIQAF reward. Jika SUAMI BACALAH INI !! -
Pahala menemani jalan-jalan istrinya bisa lebih baik daripada pahala isolasi di Masjid Nabawi bulan penuh
apa yang Anda dapatkan jika rela menemani teman atau orang-orang terdekat Anda untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari? Sesungguhnya orang-orang yang percaya bahwa apa yang harus kita lakukan adalah reward timbal balik dan pengakuan saja.
Tapi jangan salah paham, ketulusan kami telah terbukti diganjar pahala yang besar bahkan lebih besar dari yang kita duga
Rasul SAW Allah berfirman:.
"Bahkan, aku sedang berjalan dengan seorang saudara (Muslim) untuk kepentingan saya suka lebih dari saya beriktikaf di masjid ku (Nabawi masjid) selama sebulan. "
(HR. Ath-Thabarani)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Ustaimin mengatakan rahimahullah memenuhi kebutuhan umat Islam lebih penting daripada pensiun, karena manfaat yang menyebar, ini menfaat baik daripada manfaat yang terbatas (untuk diri sendiri). Kecuali untuk keuntungan terbatas adalah pertanyaan yang penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib). "
Bayangkan imbalan melebihi imbalan beriktikaf Masjid Nabawi bulan penuh. Bagaimana kita tulus mulia bahkan hanya menemani orang lain berjalan di sekitar.
Oleh karena itu, apalagi yang tulus dibuat untuk. istrimu sebagai yang paling memenuhi syarat, Anda tinggal di dunia
Rasul SAW Allah berfirman:
"mereka yang imannya adalah yang paling sempurna dari orang percaya adalah yang paling indah bejat di antara mereka, dan yang terbaik dari Anda adalah yang terbaik perilakunya terhadap istri-istrinya." (at-Thirmidzi HR)
Oleh karena itu duhulukanlah istri seorang teman dari teman Anda. Catatan keinginan dan temaini istri dan anak-anaknya dengan Anda karena, karena mereka yang paling berhak kebaikan Anda (suami).
Hanya pergi menemani istri dan belanja anak, jalan-jalan dengan kebahagiaan dan ketulusan untuk melakukan, pahala pahala untuk melebihi isolasi di Masjid Nabawi bulan penuh.
Allah tahu
sumber: muslimterbaru.com
inspirasi Islam baru
0 komentar:
Posting Komentar